Diduga Korban Perampokan, Seorang Kakek Ditemukan Tak Bernyawa di Ketapang

0
Korban bernama Chung Jin Haian (73) saat divisum di RSUD Agoesdjam Ketapang
Korban bernama Chung Jin Haian (73) saat divisum di RSUD Agoesdjam Ketapang. Sumber Foto: SuaraPemredKalbar.com/Teo
Iklan Baris NAREMA.ID - Situs Pasang Iklan Baris Online Gratis Tanpa Ribet

KETAPANG – Seorang kakek ditemukan tidak bernyawa di Dusun Sei Durian, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Kabupaten Ketapang Senin (18/6) pagi. Korban tersebut diketahui bernama Chung Jin Haian (73).

Korban diduga menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Hal itu didasarkan atas kondisi tubuh korban. Saat ditemukan, korban mengalami luka memar dan luka sobek akibat senjata tajam.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kapolsek Matan Hilir Utara (MHU), Iptu Suhud Tri Haryatmo mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan kasus pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

“Senin sekitar pukul 07.30 WIB kita anggota piket mendapat laporan dari warga Dusun Sei Durian. Sekitar pukul 07.40 WIB anggota langsung mendatangi lokasi kejadian,” katanya, Selasa (19/6).

Sesampainya di lokasi kejadian, pihaknya menemukan korban sudah meninggal dunia di dalam sebuah kamar dengan posisi tergeletak dengan tangan kiri terikat sebuah kabel serta luka memar pada bagian wajah dan luka sobek akibat senjata tajam dibagian leher belakang korban.

“Dugaan sementara korban menjadi korban pencurian dengan kekerasan lantaran sampai saat ini dompet korban belum kita temukan. Namun untuk kepastian motif kita masih lakukan penyelidikan untuk menungkap modus dan siapa pelakunya,” tegasnya.

Ia menambahkan, korban diketahui tinggal sendirian di sebuah rumah di area kebun jeruk yang memang jarak antara satu rumah dengan rumah lainnya agak berjauhan.

“Korban sudah divisum di RSUD Agoesdjam Ketapang dan sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke tempat asal korban yakni di daerah Sambas,” katanya.

Mordi (50) seorang warga yang pertama kali menemukan mayat korban mengatakan kalau dirinya datang ke rumah korban untuk meminta air minum. Namun ia mengaku melihat pintu belakang rumah korban terbuka dengan lampu masih menyala.

“Saat masuk korban sudah tergetalak didalam kamar dengan berlumuran darah,” akunya.

Ia menjelaskan, melihat hal tersebut dirinya langsung mendatangi warga lainnya yakni Jainan, Rodi serta Sudir yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian untuk kemudian para warga mendatangi rumah korban guna memastikan kondisi korban.

“Setelah diketahui sudah tak bernyawa, warga lansgung melaporkan kejadian ke Polsek MHU,” tukasnya.


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here