Alasan Ahok Blusukan Tanpa Membawa Media Selama Kampanye

0
55
Alasan Ahok Blusukan Tanpa Membawa Media Saat Kampanye
Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok enggak disebut melakukan kampanye. Hampir sepekan Ahok tak pernah menginformasikan kepada awak media ke mana dia akan blusukan, Jumat (17/3/2017). Sumber foto: Kompas.com
Iklan Baris NAREMA.ID - Situs Pasang Iklan Baris Online Gratis Tanpa Ribet

Jakarta, Narema.id – Jadwal kegiatan calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, selama tiga pekan masa kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 terbilang paling tak diketahui dibandingkan calon lainnya.

Cara Ahok melakukan kampanye ini berbeda dengan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, maupun pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor pemilihan tiga DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Berbeda dengan Djarot, Anies dan Sandiaga yang selalu memberitahukan agenda kampanye mereka kepada awak media. Ahok beberapa kali blusukan mengunjungi warga tanpa mengikutsertakan awak media.

Kegiatan Ahok baru diketahui awak media setelah Mantan Bupati Belitung Timur itu mengunggah foto atau video melalui akun media sosialnya.

 

Alasan Ahok Blusukan Tanpa Membawa Media

“Kalau kampanye putaran pertama, saya memanfaatkan waktu cuti saya mengunjungi proyek-proyek normalisasi. Kenapa kalian semua (awak media) ikut (blusukan), karena kan lihat proyek,” kata Ahok.

Sementara itu, pada kampanye putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ahok fokus menjenguk warga yang terbaring sakit di rumah.

Dia ingin mengetahui apakah program “Dasawisma PKK” dan “Ketok Pintu Layani dengan Hati” milik Dinas Kesehatan DKI sudah terealisasi.

“Kalau wartawan datangi orang sakit sampai masuk (rumah), kan enggak enak. Belum tentu juga mereka (orang sakit) setuju (wartawan ramai-ramai masuk ke rumah),” kata Ahok.

Mantan politisi Partai Golkar itu berdalih wawancaranya bersama awak media sudah termasuk kampanye.

Sebab, menyampaikan visi, misi, serta program yang telah maupun akan dilaksanakan Ahok-Djarot jika kembali memimpin Ibu Kota.

“Saya setiap kali dicutikan, saya manfaatkan mengecek pekerjaan. Begitu saya aktif lagi (jadi gubernur), begitu rapim, akan saya bahas. Jadi cepat,” kata Ahok.